Sabtu, 19 Mei 2012

@ Cara Meraih CINTA ALLAH

Kebanyakan orang ingin mengetahui tentang bagaimana orang lain menilai mereka akan tetapi sedikit sekali yang ingin mengetahui tentang bagaimana Allah menilai mereka. Apakah Allah menerima amalan-amalanmu ? Apakah kita telah mengetahui bagaimana Allah menilai amalan-amalan kita ?

Ada sebuah hadits Qudsi dalam shohihul Bukhari yang menjelaskan tentang bagaimana seseorang dikatakan bahwa mereka telah mencapai keridho’an dan kecintaan Allah Yang Maha Kuasa.
Akan tetapi yang pertama kita pahami dulu perbedaan antara hadits Qudsi dan hadits Nabawi. Hadits Qudsi dan hadits Nabawi adalah statemen (perkataan) yang diriwayatkan oleh Nabi SAW akan tetapi hadits Qudsi adalah pernyataan dari perkataan Nabi tentang ”apa yang Allah firmankan...” Jadi kata-kata (dari hadits Qudsi) adalah dari Nabi SAW akan tetapi maknanya dari Allah.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rosulullah SAW bersabda :”Allah berfirman : ”Orang yang menunjukkan permusuhan dengan waliKu maka Aku menyatakan perang dengannya.”

Al Wali adalah individu yang dicintai Allah. Hadist tersebut berlanjut:

“....Kecintaan terhadap sesuatu bersama dengan hamba-Ku yang datang mendekatkan diri kepada-Ku adalah (karena perbuatannya) yang telah Aku wajibkan atasnya untuk dilakukan. Hambaku menjaga kedekatannya dengan-Ku dengan amalan-amalan Nawafil (amalan-amalan sunnah) hingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia bergerak dengannya dan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika dia meminta sesuatu dariKu, Aku akan mengabulkannya. Jika dia meminta perlindungan maka Aku akan melindunginya. Aku tidak akan pernah berhenti melakukan sesuatu yang ingin Aku lakukan..... Mukmin membenci kematian dan Aku membencinya melakukan dosa.”

Hadits ini membahas banyak persoalan, akan tetapi ketika Allah berfirman, “Barangsiapa menunjukkan permusuhan denganWali-Ku maka Aku akan menyatakan perang dengan-Nya.” Karena itulah penting bagi kita untuk mengetahui siapa Wali Allah dan Apa arti Wali itu sendiri.

Al Wali adalah ”Al-Qareeb min Allah”’ Orang yang dekat kepada Allah. Bagaimana seseorang bisa dekat dengan Allah ? Dengan memenuhi kewajiban-kewajiban dan tugas-tugas yang Allah perintahkan dan dengan menjauhkan diri dari apa yang Dia larang.

Jadi kapan saja kamu mendengar Waliyullah atau Auliyaa’Allah (bentuk jamak)’ itu menunjuk pada orang yang dekat kkepada Allah dan orang yang dekat kepada Allah adalah orang yang sempurna dan mereka selalu berbicara kebenaran.

Orang yang berbicara kebenaran, menyeru kepada kebaikan, mencegah keburukan, berperang dalam jihad, menegakkan Dien Allah dan mengemban akidah, dia adalah seorang wali dari Auliyaa’ Allah.

Semua hamba Allah adalah sama, akan tetapi Allah meninggikan orang yang memiliki ketaqwaan lebih (Takut terhadap-Nya). Dalam surat Al Hujurat, Allah SWT berfirman”

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa diantar kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al hujurat,49:13)

Imam Al Junaid pernah ditanya, “Apakah wali adalah orang yang berjalan di atas bumi?” Imam menjawab,”Tidak.” “Apakah orang yang berjalan di atas air?” Imam menjawab” Tidak.”Wali adalah orang yang kamu lihat di tempat yang halal (memenuhi kewajibannya), dan kamu tidak menemukannya di tempat yang haram.

Oleh karena itu Wali berada di tempat yang Allah menginginkannya berada dan tidak ada dari tempat yang Allah tidak inginkan dia berada di sana. Sesuatu yang membuat kamu dekat kepada Allah akan membuatmu merasa superior, tenang, gembira dan sukses.

Jadi wali adalah Al Qareeb. Orang yang dekat kepada Allah dan kaafir (orang yang tidak beriman) adalah al Ba’eed orang yang jauh dari Allah. Wali adalah orang yang dekat dengan kasih sayang Allah dan ampunan-Nya. Adapun orang-orang kafir adlah orang yang jauh dari kasih sayang dan ampunan-Nya. Allah SWT berfirman :

”Katakanlah: :Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang –orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fushilat,41:44)

Allah SWT berfirman kepada Rosulullah SAW,

”Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (QS. Al Alaq,96:19)

Jadi Allah SWT menginginkan kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan kepada orang-orang kafir, orang-orang Musyrik, PBB, hukum-hukum buatan manusia, pezina (baik belum menikah maupun yang sudah, homoseksual, pergaulan bebas, riba, asuransi, kartu klredit dan apa saja yang lain yang dilarang oleh Islam.

Kasih sayang-Nya terbuka kepada setiap orang, peliharalah dirimu untuk memenuhi kewajiban-kewajibannmu dan jauhkan dirimu dari apa yang Allah larang karena hal ini akan menyebabkan kamu menjadi salah satu dari Auliyaa’ Allah, Allah SWT berfirman ”

”Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu betakwa,. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus,10:62-64)

Orang yang menolong agama (Dien) Allah adalah Auliyaa’-Nya dan Allah berjanji untuk menolong mereka dan menjadikan mereka teguh dalam pendiriannya.

”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad,47:7)

Jika kamu menegakkan perintah Allah berarti kamu menolong agama-Nya, kemudian Dia (Allah) akan menolongmu. Kapan saja manusia memenuhi perintah Allah maka akan ada tamkeen (Kekuasaan) lebih karena Dien Allah di muka bumi. Allah tidak butuh pertolonganmu akan tetapi jika kamu menolong Dien maka Dia (Allah) akan menolongmu.

Mudah untuk mengatakan, ”Satu milyar poundsterling” akan tetapi tidak mudah sebenarnya mengumpulkan jumlah ini. Serupa dengan itu, mudah untuk menyebut,”waliyullah”’akan tetapi menjadi wali Allah adalah sesuatu yang berbeda.

Tingkatan tertinggi atau posisi dalam kata ini adalah menjadi Abdullah (hamba Allah), bukan seorang doktor atau sesuatu yang lain. Kehormatan tertinggi dan memiliki hak-hak istimewa adalah mencapai keridho’an Allah bukan tingkatan PhD atau Diploma.

Tidak akan menjadi hamba yang dekat dengan Allah kecuali dikarenakan dia memenuhi apa saja yang Allah wajibkan atasnya untuk dilakukan seperti membayar zakat, memberi nasehat kepada orang-orang muslim, menyeru kepada kebaikan, melarang keburukan, berbicara melawan hukum-hukum buatan manusia dan syirik, mengajarkan manusia dengan Islam, sholat, berjuang untuk khilaafah, membantu yang membutuhkan dan lain sebgainya. Jadi jika kamu melakukan yang fardhu (wajib) maka kamu akan menjadi orang yang dekat kepada Allah dan jika kamu gagal mengerjakannya, maka Dia (Allah) akan menghukummu.

Jika kamu telah mengerjakan kewajiban-kewaibanmu, setelah itu kamu dapat mengerjakan amalan-amalan Nawafil dan inilah yang akan membuatmu lebih dekat kepad Tuhanmu.

Orang yang menjadi wali Allah akan dilindungi oleh Allah. Allah akan menjadikan ia kebal terhadap bisikan syaithon dan Allah akan mencegah pendengarannya dari mendengar sesuatu yang dilarang. Terlebih lagi Allah akan mencegah matanya dari melihat apa-apa yang terlarang dan mencegah lisannya dari kata-kata buruk serta perbuatannya dari mengerjakan sesuatu yang haram seperti voting (pemilu) untuk hukum buatan manusia atau pergaulan bebas dan lain-lain. Inilah yang diartikan oleh hadist : ”... Dan ketika Aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, penglihatannya yang ia melihat dengannya, tangannya yang ia bergerak dengannya dan kakinya yang ia berjalan dengannya...”

Wahai Ikhwan dan Akhwat, lakukanlah yang fardhu dan jauhilah yang haram maka dengan itu kamu akan dicintai oleh Allah dan menjadi Auliyaa’Nya. Insya Allah.!!

Sabtu, 12 Mei 2012

@ 5 Wisdom

5 Wisdom
  1. If you are right, then there is no need to get angry... And if you are wrong then you don't have any right to get angry.
  2. Patience with family is love.... Patience with others is respect.... Patience with self is confidence.
  3. Never think hard about past, It brings tears... Don't think more about future, It brings fears... Live this moment with a smile, It brings cheers.
  4. Every test in our life makes us bitter or better... Every problem comes to make us or break us... Choice is ours, whether we become victim or victorious.
  5. Search a beautiful heart, not a beautiful face. 
    Beautiful things are not always good, but good things are always beautiful

Rabu, 09 Mei 2012

@ Temukan Kunci Syurga itu Dirumahmu Ukhty

Assalamu'alaykum WrWb.

Saudaraku ini hanya berbagi dan artikel ini juga saya dapatkan dari sahabat saya. Semoga bermanfaat dan silahkan dibaca.



Mungkin ini hanya sebuah kisah tentang nasihat seorang ayah pada putrinya. Tapi ia menjadi kisah begitu berharga karena dua hal. Pertama, karena orang yang memberi nasihat, dan kedua kepada siapa nasihat tersebut diberikan. Ya, nasihat tersebut keluar dari lisan seorang manusia yang paling agung akhlaknya. Setiap untaian kata yang keluar dari lisannya ibarat mutiara yang begitu berharga. Dialah Baginda Rasulullah Saw. Dan orang yang mendapatkan nasihat tersebut adalah putri kesayangan Beliau, Fatimah Az Zahra ra.

 “Kelak di Syurga, yang akan memimpin para muslimah penghuni Syurga adalah Fatimah r.a. ia adalah teladan para muslimah sepanjang zaman” Begitulah keanggunan pribadi Fatimah ra yang diungkapkan oleh Rasulullah saw.

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fatimah az-zahra. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis bijian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fatimah ra. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tangga lah yang menyebabkan ananda menangis".

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fatimah ra melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaanpekerjaan di rumah?".  Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT". Maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan". Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga".

Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia. Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya,  Maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.  Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya sertakukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat".

Indah bukan nasihat tersebut. Sebuah nasihat yang Rasulullah saw tidak hanya tujukan kepada putri Beliau saja namun kepada para muslimah yang mendambakan menjadi wanita yang merindukan syurga dan syurga pun merindukan kehadirannya. Ya, menjadi isteri yang sholehah. Isteri yang senantiasa berjuang bersama-sama suami menyebarkan fikrah Islamiyyah.Keletihan suami setelah melaksanakan tugas harian dan berdakwah disambut dengan wajah yang berseri dengan ucapan kata-kata yang dapat member kekuatan jiwa untuk lebih istiqamah, ketika menghadapi banyaknya permasalahan, tanpa mempunyai perasaan bosan dan jemu. Mengizinkan dan merasa bahagia melihat suami menjalankan tugas Islam tidak kira masa dan waktu. Bersedia memberikan rumahnya, hartanya dan masanya untuk tugas yang murni ini dengan hati yang penuh redha. Isteri yang senantiasa melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan bersedia untuk menghadapi segala ujian-ujian dari Allah SWT.

Terakhir, sebagai penutup catatan ini, saya ingin menyampaikan sebuah hadist yang pernah disampaikan Rasulullah SAW:"Sebaik-baik wanita ialah perempuan yang apabila engkau memandangkan ia menyukakan hati dan apabila engkau tidak ada ia menjaga harta engkau dan memelihara dirinya." Semoga aku, kamu dan kita semua termasuk menjadi sebaik-baik wanita seperti yang dimaksudkan hadist diatas. Allahumma amin.

Wahai diriku yang dhoif…senantiasalah belajar meneladani Fatimah ra.
Untuk saudariku muslimah  dimanapun berada, ketika saat ini engkau telah menikah, maka temukanlah kunci pintu syurga di rumahmu…