Senin, 02 Januari 2012

@ Halalkanlah CINTA itu, karena ia FITRAH


Tak sepantasnya kau ucapkan cinta kepadaku,
Tak sepantasnya hatimu melabuhkan kepelabuhan hatiku.
Tak sepantasnya rasa itu kau selipkan kepadaku,
Ya tak sepantasnya.......
Jika aku tak halal untukmu.

Jangan mudah mengobralkan cintamu kepadaku,
Jangan jadikan cinta itu tak bermakna
Jangan biarkan cinta itu ternodai
Jangan dekatkan cinta itu dengan maksiat
Jangan yaaaaaaaaaaaa
Karena cinta itu adalah fitrah yang ALLOH berikan.

Jika memang kau cinta
Jadikan cintamu karena ALLOH
Jika benar kau cinta
Jadikan cintamu tak melebihi cintamu pada-NYA
Jika cinta itu tumbuh dalam hatimu
Jadikan cintamu dalam bentuk pertanggungjawaban yang syar’i
Yaitu dengan ikatan yang sah dan halal untuk kita.

@ Asam Manis Menjadi Akhwat

oleh : Hawa (Haifa Wahyu)

Kerutan di dahi seorang akhwat yang saat itu berada di kerumunan para calon penumpang angkot, Mendadak menjadi bertambah banyak…
Terciptalah sebuah sajak di kepalanya…
Beginilah kira-kira isi sajaknya…

Sungguh berat menjadi akhwat
Kemana-mana mesti liat-liat
Duduk di angkot takut sebelahan sama yang bukan mahram bukan kerabat
Dandan berlebihan jadi maksiat
Suara mendayu jadi laknat

Sungguh berat menjadi Akhwat
Sangat rapi menutup aurat
Terhindar dari pakaian ketat
Meski kerap dikira sesat
Hanya karena lebarnya Jilbab.

Sungguh berat menjadi Akhwat
Harus pandai menjaga amanat
Menuju peradaban bermartabat
Islam jaya bangsa selamat

Sungguh berat menjadi akhwat
Bila akhwat terkena fitnah jahat
Semua mata memandang cepat
Makanya, lebih aman jadi Ummahat.
Ups… di waktu yang tepat ya wat.
Hmm… di balik semua yang berat, tersimpan semua hal yang nikmat.

Nikmat nian menjadi Akhwat
Tiap hari baca Ma’tsurat
Qiyamul lail slalu semangat
Tilawah Qur’an gak pernah lewat

Indah nian menjadi akhwat
Kerjanya Dakwah kepada Ummat
Tidak minta upah berlipat
Cukuplah Allah pemberi rahmat

Senang nian menjadi Akhwat
Sahabat banyak ukhuwah erat
Ghodul Bashar jadi manfaat
Supaya mata gak asal lihat
Agar Hati makin Ma’rifat

Puas-puaskan menjadi akhwat
Nahnu jundullah nahnu du’at
Biarkan sang malaikat mencatat
Si akhwat hamba yang ta’at

(ini tulisan agak ngasal… kalo ada kesalahan itu pasti berasal dari ane pribadi, kalau ada kebenaran pastilah berasal dari Allah… billahi taufiq wal hidayah..

@ TARBIYAH DZATIYAH

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (QS. 66:6).

Tarbiyah Dzatiyah adalah sangat penting bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan danmkeislamannya sehingga mencapai maqom kesempurnaan. Untuk itu sangatlah perlu bagi setiap Muslim untuk memahami urgensi Tarbiyah Dzatiyah ini dan mengamalkannya.

Pengertian

Tarbiyah Dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan oleh setiap individu Muslim bagi dirinya sendiri agar terbentuk kepribadian Islami yang sempurna dalam segala segi: keimanan, akhlaq, social, ilmiah dan sebagainya.

Urgensi Tarbiyah Dzatiyah

Tarbiyah Dzatiyah sangat diutamakan terutama menghadapi era materialisme dimana setiap manusia menjadi sangat individualis, liberalis-demokratis, sehingga perangkat-perangkat tarbiyah yang lainnya menjadi kurang efektif tanpa didukung oleh kesadaran masing-masing individu untuk mentarbiyah dirinya sendiri. Secara lebih rinci, urgensi-uergensi ini diantaranya adalah:
 1. Menjaga diri harus didahulukan daripada menjaga orang lain.
2. Jika kita tidak mentarbiyah diri sendiri, lalu siapa yang akan mentarbiyah kita?
3. Hisab di hari akhir akan bersifat individual.
4. Tarbiyah Dzatiyah lebih mampu mengadakan perubahan pada diri sendiri.
5. Tarbiyah Dzatiyah merupakan sarana Tsabat (kokoh pendirian) dan Istiqomah.
6. Sarana dakwah yang paling kuat.
7. Merupakan cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada.
8. Mudah diaplikasikan kapan saja, dimana saja secara kontinyu.

Mengapa Tarbiyah Dzatiyah ditinggalkan?
1. Kurangnya ilmu, ketidaktahuan dan kebodohan.
2. Tidak memiliki tujuan dan sasaran yang jelas dalam hidup ini.
3. Cinta dunia yang berlebihan.
4. Pemahaman yang salah tentang Tarbiyah.
5. Kurangnya basis Tarbiyah.
6. Langkanya Murabbi (pembina).
7. Kurang memahami prioritas.

Sarana-sarana Tarbiyah Dzatiyah
1. Muhasabah.
2. Taubat atas segala dosa.
3. Mencari ilmu dan memperluas wawasan.
4. Memperbanyak amal-ibadah.
5. Memperbaiki akhlaq.
6. Terlibat aktif dalam kegiatan dakwah.
7. Mujahadah.

Buah Dari Tarbiyah Dzatiyah
1. Mendapatkan ridho Alloh SWT dan syurgaNya.
2. Kebahagiaan dan ketenteraman.
3. Mendapatkan cinta Alloh SWT.
4. Kesuksesan dunia dan akhirat.
5. Terjaga dari musibah dunia dan akhirat.
6. Keberkahan dalam waktu dan harta.
7. Sabar dalam setiap cobaan dan ujian.
8. Bebas dari rasa takut.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab.

 "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)

 "Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a:"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. 2:201)

Disarikan oleh buku :
Al-Aidan, Abdullah bin Abdul Aziz: At-Tarbiyah Adz-Dzaatiyah Ma’alim Wa Taujihat, diterjehkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul Tarbiyah Dzatiyah; oleh: Fadhli Bahri; diterbitkan oleh An Nadwah, Jakarta, 2002.